Pemikiran Michel Foucault



Rasyid Yamani

Riwayat Michel Foucault.

Michel Foucault  lahir di poiters, prancis, 1926 dan mengakhiri hidupnya 1984, dengan meninggalkan karya-karya, di antara  the histori of sexulity, kegilaan Dan peradaban, The order Of things, the birt of the Clininc, Dicipline and punish[1].  karya-karyanya telah banyak mempengaruhi disiplin pengetahuan lainnya yakni: kedokteran, psikiater, psikologi, gender, sosiologi, hukum, dan pengetahuan lainnya.
Foucault di kenal sebagi ahli sosiologi tubuh, post strukturalis,dan marxisme,  bahkan gagasan  dan metode arkeologi dan geneologi yang memengaruhinya diantara “Martin Heideger, Nietzsche, Immanuel Kant, Marx, Georges  Canguilhelm: postivisme Ilmiah, strukturalisme, Hermeneutika, dan fenomenologi.[2]
Pengaruh Marx terhadap Foucault adalah hubungan antara kuasa dan ilmu pengetahuan, dimana negara menguasai kaum proletariat dengan cara menguasai alat-alat produksi dan menentukan jam kerja tak mengenal batas kemanusian. Namun Foucault dengan cara yang lain memandang kekuasan berbeda dengan kaum marxis. Kekuasaan menurut Foucault adalah bersifat subjektif atau kondisional, sebab wacana yang dibentuk sesuai dengan kepentingan kelompok atau individu.
Hal demikian menarik dari kajian Foucault adalah sesuatu yang di anggap tabu ( terlarang) yang tak di bicarakan para kalangan pemikir abad 17.  Namun paska abad tersebut seksualitas Kini menjadi perdebatan karena  dengan metode arkeologi, genealogi dan diskoursus,  maka  ia mencoba mengungkapkan sesuatu yang tabu itu, seperti seksualitas, penjara,  dan kegilaan, yang disebutnya sebagai “kelompok yang di pinggirkan”.
Metode arkeologi, genealogi, dan diskursus (wacana) ternyata adalah analisis ketat tentang perekmbangan pemikiran, perkembangan makna, dan istilah atau konsep yang dugunakan dalam bidang terntu. Wacana (diskursus) adalah sebuah bahasa yang memiliki  hubungan dengan metode arkeologi foucault.[3] yang dimana wacana itu berkembang di suatu era atau suatu tempat dan telah mendominasi cara berpikir masyarkat setempat. maka  hal Inilah yang di sebut Foucault sebagai epistem.karena kekuatan wacana telah membawa kekuasaan yang telah selimuti oleh pengetahuan. Oleh karena itu, untuk memahami kerangka teoritiknya terlebih dahulu kita harus memahami apa yang disebut dengan arkeologi dan geneologi.
Karena metode arkeologi dan geneologi yang digunakannya adalah satu cara untuk  mengungkapan asal usul pengetahuan yang berkembang pada awal abad ke 17. Lalu kemudian pengetahuan mulai membentuk cara berpikir masyarakat setempat dengan kontek sosial yang berbeda. Hal demikian pula analisinya dengan menggunakan wacana. Metode arkeologi, genealogi dan diskoursus ( Wacana) adalah cara untuk menelusuri sejarah kegilaan, seksualitas, normal, dan tidak normal, pendisiplinan yang telah mempengaruhi perekembangan ilmu pengetahuan.
Dalam karya-karya awal Foucault ia mengunakan metode arkelogi dan kemudian beralih memakai geneologi, dua metode yang digunakannya memiliki hubungan yang berkaitan. Namun ia lebih senang memakai geneologi.
Asal usul Arkeologi dan geneologi.
Metode arkeologi foucault di adaptasi dari filsafat yunani kuno yakni “arche” istilah tersebut penelusuran asal usul alam semesta. Sebelum foucault menggunakan istilah tersebut, para filsuf yunani terlebih dahulu mendeklarasi istilah tersebut. Seperti Tales Aniximens, Aniximandros dan beberapa filsuf alam lainnya. Mereka berdalil bahwa alam semesta berasal dari Air, api, Udara, dan yang tak terhingga. Sementara metode geneologi memiliki makna yang  sama, dengan cara kerjanya juga melakukan penelusaran asala usul. istilah ini bersal dari “genesis”  geneologinya bekerja untuk membangkor pengetahuan yang sudah menjadi penyalinan berulang kali dan telah kusam tak terbaca lagi. Maka dengan geneologi inilah ia mencaboa mengungkapkan yang utuh lagi.
Panoptikon
Bangunan yang di kelilingi tembok-tembok, dengan menara yang tinggi, merupakan cara kerja baru untuk mengawasi para narapidana yang berada didalam penjara. Dalam panoptikon terdapat penggunaan bentuk-bentuk yang mirip kastil (istana/ benteng) yang  dikelilingi oleh dinding-dinding yang secara paradoks menciptakan sebuah ruang yang mudah dibaca dengan tepat[4]
Fetisisme Tubuh.
Wacana semakin lama berkembang, maka semakin mempengaruhi cara berpikir dan pengungkapan terhadap sesuatu yang di gunakan masyarakat. Pada ere kekinian orang semakin memuja terhadap tubuh mereka dengan cara yang berbeda dengan pramoderen. Tubuh lelaki berbeda dengan permpuan secara fisik. Perbedaan inilah yang membuat wacana itu berkembang luas dengan hadirnya industri kecantikan seperti produk yang di produksi oleh industri. Orang semakin terobsesi dengan tubuh yang idel agar tampil berbeda dihadapan orang lain.Tubuh dijadikan sebagai meta komoditi bagi para industri lewat periklanan, fetisisme tubuh berkembang terus tak terkendali di dorong tersu oleh industri kecantikan, industri mode pakain, industri remaja, industri makanan diet, dan industri kebugaran tubuh.[5] Bagian tubuh, pinggul, bibir,mata, perut, rambut, hingga buah dada. Dijadikan produksi komuditi.
Bio-Medis
Tubuh tentu saja suatu waktu terkena gangguan fisik  dan sangat berhubungan dengan cara penyembuhan. Dan penyembuhan dewasa ini sangat  erat kaitanya dengan klinik atau rumah sakit. Ini lah yang sering di sebut dengan Lembaga pengobatan modern, lembaga pengobatan memiliki otoritas tunggal untuk mendiagnosa pasien disaat berkonsultasi dengan dokter. Tatkala penyakit tak kunjung pulih, maka pasien harus melakukan perawatan intes dengan cara rawat inap. Agara lebih memprmudah dokter melkukan pengontrolan. Rumah sakit atau klinik mempunyai peran signifikan dalam hal mengatur orang-orang yang berobat.
Demikian halnya ungkap foucault dalam karya-karya yang ia tinggalkan semasa hidup, manegmen yang di atur dalam lembaga-lembaga modern adalah sebuah pendisiplinan mode baru terhadap tubuh agar tetap patuh pada norma atau aturan yang berlaku dalam sebuah lembaga tersebut. Hal yang sama ungkap faocault pendisiplinan terhadap tubuh juga berlaku di penjara dan lembaga pendidikan. Pendidika memperlakukan noram dan nilai lewat kurikulum yang ketat .
Bio-Politik.
Bio politik adalah Pengaturan tubuh individu berpusat pada kepadatan penduduk akibat dari urbanisasi yang pesat di perkotaan. Sebagai pengaturan model baru terhadap kesehatan dan keamana yang memengaruhi cara hidup masyarakt kota. Maka muncul lah wacana politik untuk mempolitisasi kehidupan manusia layak hidup dengan aturan-aturan. Tatkala laju pertumbuhan penduduk perkotaan meningkat, maka akan mempersempit tingkat pendapatan masyarakat kota. Maka dengan kebijakan institusi untuk mengurangi tingkat kepadatan penduduk maka membentuk wacana kelurga berencana (KB) dengan asumsi kesejahtraan masyarakat.
Bagi foucault yang membedakan masyarakt pramodern dan modern ialah munculnys wacana untuk membenarkan kehidupan modern. Lantas bagaimana masyarakat menerima begitu saja pembenaran terhadap wacana kelurga berencana terhadap masyarakt modern? Berbagai disiplin ilmu dengan mencoba mengatur tingkah laku dengan berbagai alasan. Seperti ilmu kedokteran yang di terimas sebgai pembenaran pengabatana yang efektif dan efesien terhadap masyarakat modern.

Daftara Pustaka :
Jones,Pip. 2003 pengantara Teori-Teori sosial, dari teori fungsionalisme hingga postmodernisme,(eds)      jakarta, 2009
Foucault.Michel, Power knowledge: (Ter) jogjakarta,2002
Lubis. Y Akhyar, Postmodernisme, teori dan metode, jakarta 2014



[1]  Pip jones, Pengantar teori-teori sosial,yayasan obor indonesia, jakarta, 2009,hal 172
[2] Akhyar Yusup Lubis, postmodernisme, teori dan metode, rajawali pres, jakarta, cet ke II 2014, hal 72-73
[3] Ibid.68
[4] Yudi santosa kuasa pengetahuan,bentang budaya, iogjakarta.cet 1 2002 hal 191
[5]  Pip Jones, pengantar teori-teori sosial, yayasan obor indonesia, jakarta, 2009 hal, 183

Komentar